Malam Seribu Bulan

Malam Seribu Bulan

Minggu 15 Mar 2026 - 19:39 WIB
Oleh: Admin

 

Sebagian ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan al-Qur'an diturunkan pada suatu malam yaitu penurunan al-Qur'an secara sekaligus dari lauh al-mahfuzh ke bait al-'izzah di langit dunia. Menurut pendapat ini tahapan proses penurunannya yaitu dari lauh al-mahfuzh ke bait al-'izzah di langit dunia dan selanjutnya melalui malaikat Jibril a.s. diturunkan kepada Nabi Muhammad SWA dalam 23 tahun.

 

Lauh al-mahfuzh dan bait al-'izzah keduanya merupakan konsep teologis yang menggambarkan peristiwa kosmik proses turunnya al-Qur'an. Tidak seperti kata lauh al-mahfuzh, istilah bait al-'izzah tidak disebutkan di dalam al-Qur'an. Para mufassir klasik mengutip pendapat tersebut dari Ibnu Abbas, salah seorang sahabat Nabi yang pendapatnya banyak menjadi rujukan. Pendapat ini untuk mendukung pemahaman terhadap Q.S. al-Qadr/97: 1 dan al-Dukhan/44: 3 yang menyatakan bahwa al-Qur'an diturunkan pada suatu malam.

 

Pendapat ini sulit untuk dilakukan pengujian karena bait al-'izzah, sebagaimana lauh al-mahfuzh, masih beyond the visible world. Oleh karena itu, para ulama tafsir modern mengklasifikasikannya sebagai tafsir bi al-riwayah. Namun, patut untuk dicatat makna di balik pentahapan proses pewahyuan al-Qur'an: lauh al-mahfuzh melambangkan ilmu Allah yang abadi; bait al-‘izzah melambangkan dunia malaikat, dan turunnya wahyu kepada Nabi SAW melambangkan penyampaian hidayah kepada manusia.

 

Pendapat lain yang patut dipertimbangkan untuk memahami bahwa al-Qur'an diturunkan pada lailatul qadr  yaitu merujuk pada peristiwa turunnya wahyu yang pertama kali (lima ayat dari Surat al-Alaq) kepada Nabi Muhammad SAW di gua Hira. 

 

Peristiwa ini bisa diverifikasi karena Muhammad SAW sebagai pelaku menceritakan pengalamannya kepada istrinya, Khadijah, dan beberapa anggota keluarga terdekat serta Waraqah bin Naufal, seorang pengkaji kitab suci terdahulu. Ini peristiwa spiritual spektakuler pertama Muhammad SAW yang menandai awal perjalanannya sebagai seorang utusan Tuhan yang akan mengubah wajah dunia pada fase-fase berikutnya.     

 

Allah menjadikan malam diturunkannya Qur'an sebagai malam paling istimewa dalam setahun, malam penuh keagungan dan kemuliaan. Peristiwa tersebut terjadi pada malam bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan penyucian jiwa; malam hari adalah waktu ketenangan dan kontemplasi; dan lailatul qadr adalah puncak kedekatan manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, turunnya al-Qur'an pada lailatul qadr sangat beralasan karena, menurut Ibnu Katsir dan al-Thabari, kemuliaan al-Qur'an dipertemukan dengan kemuliaan waktu.

 

Kapan Nuzulul Qur'an? Ada dua ayat yang dapat dijadikan petunjuk. Pertama, surat al-Baqarah/2: 185 menginformasikan bahwa peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan. Kedua, surat al-Anfal/8: 41 mengisyaratkan bahwa (wahyu pertama) al-Qur'an diturunkan kepada Nabi SAW waktunya bersesuaian (tanggal dan bulannya) dengan hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan dalam Perang Badar.

 

 Sejarawan mencatat bahwa Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Dengan demikian, Nuzulul Qur'an (peristiwa diturunkannya al-Qur'an kepada Nabi Muhammad pertama kali di Gua Hira) terjadi pada tanggal dan bulan tersebut. Muslim di Indonesia termasuk yang mengikuti pendapat ini.

Tags :
Kategori :

Terkait