Memantulkan langit yang abai
Pada tanah yang merenung dalam senyap
Hikayat Sahang dan Penjaga Selat
Jauh sebelum timah memanggil petaka
Angin di sini beraroma lada
Sahang putih dari Muntok
Membakar lidah, menarik sauh kapal-kapal Eropa
Rempah adalah raja, legenda butiran mungil
Mengukir takdir di pelabuhan tua
Bukit-bukit granit menatap pongah
Pada riuh para pedagang yang dahaga
Namun di antara selat, di celah karang
Para nelayan merapal mantra angin
Kategori :