Grup vokal, Duo Maia mengumumkan batal tampil dalam festival musik, Synchronize Fest 2025. Pengumuman tersebut disampaikan oleh personel Duo Maia, Maia Estianty melalui akun miliknya di Instagram. Dia dan Mey Chan atau Dita Anggraeni urung tampil di Synchronize Fest 2025 karena urusan yang tidak bisa ditinggalkan."Dikarenakan saya mendadak ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, saya pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya, Duo Maia tidak jadi tampil di Centil Era Synchronize Festival 2025,” ungkap Maia Estianty.
Meski demikian, ketidakhadiran Duo Maia dalam Synchronize Fest 2025 akan digantikan oleh penyanyi lain. Nama yang ditugaskan masih berasal dari keluarga besar Ratu yakni Pinkan Mambo. "Warga-wargi jangan khawatir karena ketidakhadiran Duo Maia akan juga tetap digantikan oleh penyanyi era Ratu, yaitu Pinkan Mambo di program Centil Era," tambah Maia Estianty.
Duo Maia awalnya dijadwalkan mengisi special show bertema Centil Era di Synchronize Fest 2025. Centil Era melibatkan sederet musisi perempuan yang sempat viral dari era 2000an awal sampai sekarang seperti, Astrid, Aura Kasih, Citra Scholastika, Shanty, serta Sinta dan Jojo. Selain itu, ada nama, She, T2, hingga Naykilla.
Orchestra di Synchronize Fest 2025 Festival musik, Synchronize Fest 2025 segera digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta pada 3, 4, 5 Oktober 2025. Synchronize Fest 2025 siap diisi ratusan penampil yang menjadi representasi wajah musik Indonesia dan selingkar yang berada di sekitarnya. Beberapa penampilan utama seperti A4A Clan, Waktunya Indonesia Breakbeat; Anisa Bahar X Juwita Bahar; Avhath & Kuntari; Gledeg; Hindia; Idgitaf Ngamen Sore-Sore; JKT48; Orkes Shaggydog; Padi Reborn; Polka Wars feat. Alahad; Silampukau; The Paps; White Chorus; Jamrud; Whisnu Santika X Dipha Barus, dan banyak lainnya.
Synchronize Fest 2025 juga kembali menghadirkan panggung signature, yaitu Panggung Oleng Upuk, Panggung Getarrr, dan Gigs Stage. Panggung Oleng Upuk dikurasi oleh LaMunai Records, sebuah label rekaman yang fokus pada preservasi karya musik eksperimental dari musisi-musisi ikonik dan legendaris Indonesia. Panggung yang identik dengan bentuk kaleng krupuk ini akan menampilkan antara lain Cul De Sac Collective, Dubyouth, Huru Hara by Preachja, Kasimyn, Maft Sai (Thailand), Prontaxan, Toxicdev!, Yella Sky Sound, dan lain-lain.
Panggung Getarrr dikurasi oleh Kobra Musik, kolektif asal Pamulang yang dikenal dekat dengan musik akar rumput dan selalu memberi ruang pada grup musik eklektik sekaligus eksentrik, seperti musik 'orkes' atau dangdut alternatif. Area tersebut menampilkan antara lain Asep Balon, Orkes Pensil Alis, Syarikat Idola Remaja, Bujang Orgen Lampung, dan Orkes Nunung Cs, Symphoni Polyphonic Geng X White Chorus.
Sementara itu, Gigs Stage dikurasi oleh Extreme Moshpit, salah satu media yang paling konsisten menyuarakan musik bawah tanah dan terus bergerilya menjadi counter-culture hegemoni yang seringkali bias dalam melihat komunitas musik cadas. (ant)