Israel Ancam Kapal Bantuan ke Gaza

Israel Ancam Kapal Bantuan ke Gaza

Selasa 30 Sep 2025 - 14:20 WIB
Reporter : Tim
Editor : Syahril Sahidir

SITUASI di perairan Mediterania memanas drastis.

--------------

REZIM Israel dilaporkan telah meningkatkan ancaman militer terhadap Global Sumud Flotilla (GSF)—konvoi bantuan yang terdiri dari puluhan kapal menuju Gaza.  Konvoi ini bertekad menantang blokade Israel yang sudah berlangsung selama 19 tahun.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa unit komando Angkatan Laut Israel sudah mengeluarkan peringatan keras.  Peringatan ini datang setelah unit tersebut melakukan latihan lapangan khusus, sebagai persiapan untuk operasi militer menghadapi armada bantuan tersebut, yang diperkirakan akan mencapai perairan Gaza dalam waktu tiga hari ke depan.

Konvoi besar yang dijuluki "Armada Perlawanan" ini terdiri dari sekitar 50 kapal kecil dan mengangkut lebih dari 500 aktivis dari 40 negara.   Armada ini berlayar dari Yunani dalam upaya kolektif terbesar untuk menembus blokade.

Saat ini, mereka berada sekitar 825 kilometer dari Gaza, membawa bantuan kemanusiaan, terutama pasokan medis yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina yang terkepung dan dilanda perang.  Tawaran Israel Ditolak Mentah-Mentah: Mereka Sebut Ini "Provokasi Terorganisir."

Media Israel mengklaim bahwa pihak berwenang sempat meminta penyelenggara konvoi untuk mengalihkan bantuan kemanusiaan melalui pelabuhan alternatif, termasuk Ashkelon.  Namun, usulan ini ditolak mentah-mentah oleh pihak GSF, yang menyebut tawaran tersebut sebagai "provokasi terorganisir".

Penolakan ini semakin meningkatkan kemungkinan konfrontasi di laut.  Sebagai persiapan menghadapi kemungkinan bentrokan, Kementerian Kesehatan Israel dilaporkan telah meningkatkan tingkat kewaspadaan di beberapa rumah sakit.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi korban luka dari bentrokan dengan para aktivis yang berada di kapal.  Drone Sudah Beraksi, Mengulang Sejarah Penyitaan Kapal 'Madeleine' dan 'Hanzala'

Ketegangan ini bukan tanpa preseden. Minggu lalu, armada GSF mengungkapkan bahwa sembilan kapalnya telah dihantam oleh serangan drone Israel, yang menyebabkan kerusakan material pada beberapa kapal.

Jika Israel benar-benar melakukan aksi militer dengan menyerang dan menyita kapal-kapal GSF di perairan internasional, ini akan menjadi pengulangan skenario yang terjadi awal tahun ini.

Saat itu, kapal-kapal Freedom Flotilla—yaitu "Madeleine" dan "Hanzala"—juga diserang dan disita oleh rezim tersebut di perairan internasional.

Ancaman terbaru ini menegaskan posisi Israel yang tidak akan membiarkan blokade Gaza dilanggar, berapapun risiko konflik diplomatik dan militer yang harus mereka hadapi.***

Kategori :